Connect with us

Knowledge

Saksi Bisu Lokasi Lahirnya Sumpah Pemuda yang Bisa Kamu Datangi

Published

on

Sumpah Pemuda tidak lahir semudah yang di pikirkan dulu, banyak pertemuan dan banyak saksi bisu atau tempat lokasi Lahirnya Sumpah Pemuda yang dilakukan pelajar muda untuk merumuskan Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda lahir pada 91 tahun yang lalu untuk memperjuangkan kemerdekaaan tanah air kita.

Banyak tempat yang digunakan sebagai wadah bertemjnya para pemuda Indonesia tentunya memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

Namun sayang, dari beberapa tempat pertemuan yang ada, kebanyakan dari kita sebagian besar hanya mengetahui satu lokasi aja yaitu Gedung Kramat 106 atau kini lebih dikenal dengan nama Museum Sumpah Pemuda.

Menurut keterangan dari pendiri Komunitas Historia Indonesia, Asep Kambali, setidaknya ada tiga lokasi yang dulunya dijadikan tempat berkumpul bagi para pelajar sebelum akhirnya mencetuskan Sumpah Pemuda.

Berikut tiga tempat yang dulunya pernah dijadikan sebagai lokasi berkumpulnya para pemuda Indonesia sebelum akhirnya melahirkan Sumpah Pemuda.

1. Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB)

Lokasi lahirnya sumpah pemuda

WIkipedia

lokasi lahirnya sumpah pemuda bangunan yang saat ini ditempati oleh yayasan pendidikan Santa Ursula ini terletak di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

“Lokasinya ada di dalam gedung sekolah. Bangunannya masih asli, hanya ada sedikit modifikasi saja,” terang Asep

Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB) ini menjadi tempat rapat pertama yang diadakan pada Sabtu, 27 Oktober 1928 dan membahas lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

2. Gedung Oost-Java Bioscoop 

Lokasi kedua ini terletak di Jalan Medan Merdeka Utara, nggak jauh dari Istana Negara dan Mahkamah Agung, namun Asep mengaku kurang mengetahui apakah gedung tersebut sekarang masih ada.

“Tapi sekarang gedung itu sepertinya sudah nggak ada. Memang ada yang mengatakan saat ini lokasinya di Mahkamah Agung, tapi MA sejak dulu sudah ada,” terangnya.

Dalam pertemuan kedua yang dilaksanakan Minggu, 28 Oktober 1928 ini Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro (pembicara) sependapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, juga harus ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah.

3. Gedung Indonesisch Huis Kramat

lokasi lahirnya sumpah pemuda

Berita properti

Tempat pertemuan ketiga, yang saat ini kita kenal dengan Museum Sumpah Pemuda ini dijadikan lokasi rapat terakhir sekaligus pembacaan hasil rumusan.

Di sinilah para pemuda dari berbagai organisasi pergerakan, seperti  “Jong Sumatranen Bond”, Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, “Jong Islamienten”, “Jong Bataks Bond”, “Jong Celebes”, Pemuda Kaum Betawi dan PPPI kembali berkumpul untuk mencetuskan naskah sumpah pemuda.

Sekarang giliran kalian untuk menjadga negara tetap utuh karena kita satu darah, satu bangsa, dan satu bahasa yaitu Indonesia

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *