Connect with us

Knowledge

Menyusui dan Menyusu Adalah Hak Perempuan dan Anak

Published

on

Sebagai seorang ibu yang baru melahirkan, dan ingin memenuhi kebutuhan gizi bayi belum dipandang sebagai hak perempuan. Begitu pun dengan si bayi yang berhak menyusu. Masih banyak masyarakat yang mengeksploitasi dan meremehkan kegiatan tersebut. Contohnya seorang ibu yang ingin menyusui bayinya saat di ruang publik, dan harus berhadapan dengan aparat atau bahkan fasilitas kesehatan yang diskriminatif.

menyusui hak perempuan
Sumber: pixabay.com

Akibat kesempatan interaksi melalui kegiatan menyusui, banyak ibu yang akhirnya memilih untuk mengganti ASI dengan susu formula. Bahkan, lebih parahnya lagi memutuskan untuk berhenti menyusui.

Masyarakat pun terpapar promosi masif produk pengganti ASI. Selain iklan yang tidak beretika, para produsen juga mempengaruhi fasilitas kesehatan, tenaga medis, hingga pemangku kebijakan untuk kepentingan bisnis. Sehingga, menjadi hal sulit untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menyusui adalah hak perempuan.

Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Menyusui hak perempuan
Sumber: pixabay.com

Program Inisiasi Menyusu Dini sudah diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 2007. Sesuai dengan Keputusan Menteri No. 450/MENKES/SK/VI/2004 mengenai Pemberian ASI secara ekslusif di Indonesia (KEPMENKES 450), para ibu yang baru melahirkan mendapat hak menyusui bayinya selama 30 menit di ruang bersalin. Dengan dimulainya penerapan IDM, bayi dibiarkan di atas dada ibu selama minimal 1 jam.

Ibu Menyusui yang Kembali Bekerja

Pemberian ASI ekslusif pada bayi biasanya dilakukan selama 6 bulan. Walaupun jatah cuti yang diberikan oleh pihak kantor selama 3 bulan, negara tetap menjamin kesempatan ibu yang mulai kembali kerja untuk memerah ASI selama sejam dan menyusui selama jam kerja. Peraturan ini pun juga tertera dalam perundangan:

  • Pasal 83 Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan
    • Pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih menyusu harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja.
  • Pasal 49 ayat (2) Undang-undang No. 49/1999 tentang Hak Asasi Manusia
    • Wanita berhak untuk mendapatkan perlindungan khusus dalam pelaksanaan pekerjaan atau profesinya terhadap hal-hal yang dapat mengancam keselamatan dan atau kesehatannya berkenaan dengan fungsi reproduksi wanita.

Pada penggalan kalimat “perlindungan khusus terhadap fungsi reproduksi” adalah berkaitan bukan hanya kehamilan, tapi juga haid, dan pemberian kesempatan untuk menyusui anak.

Dengan aturan-aturan yang sudah ada di UU menunjukkan bahwa pemerintah tidak tutup mata. Hanya saja perlu disosialisasikan lebih sering kepada semua pihak masyarakat bahwa menyusui adalah hak perempuan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *