Connect with us

Knowledge

Mengusir Bosan dengan Bubble Wrap

Published

on

Biasanya awal-awal bulan, kebanyakan kita membuka online shop untuk membeli sesuatu. Setelah transaksi sudah selesai, kita hanya tinggal menunggu pesanan sampai. Saat paket pesanan sudah sampai, pasti pesanan kita dibalut bubble wrap supaya aman saat pengiriman.

Suka nggak sih, misal teman kerjamu memberikan secara gratis bubble wrap dari pesanan online-nya, dan kalian juga berebut? Niatmu cuma buat iseng-iseng mencet bubble-nya karena rasanya enak aja. Tapi, tahu nggak sih kamu kenapa bisa begitu?

bubble wrap

Memencet bubble satu per satu bisa mengusir rasa bosan yang kamu alami. Ternyata ada penjelasan logis terkait hal ini, lho.

Melansir dari The Cut, memencet bubble mampu melepaskan ketegangan otot sehingga bisa mengurasi rasa stress. Saat kamu melepaskan tekanan, senyawa kimia dopamin dan norepineprin di otak yang kita merasa senang meningkat.

Memang terdengar agak remeh ya, tapi ada penelitian yang mendukung lho. Penelitian ini dilakukan oleh Kathleen M. Dillon seorang profesor psikologi di Western New England College yang sudah menerbitkan sebuah studi di jurnal Psychological Reports pada awal 1990-an.

Dillon menguatkan dugaannya dengan mengutip sebuah buku tahun 1970-an tentang kekuatan dari sebuah sentuhan yang menenangkan. Ia menjelaskan bahwa di Yunani Kuno terdapat sebuah adat di Wilayah Asia; membawa sebuah batu halus atau batu giok yang disebut dengan fingering piece yang memberi efek ketenangan.

Ia juga menambahkan bawa membuat tangan tetap sibuk dengan kegiatan kecil seperti menjahit memberi efek relaxing. Efek ini sama dengan memencet bubble wrap.

Penelitian yang dilakukan Dillon terbukti bahwa mahasiswa yang memencet bubble wrap merasa lebih tenang dan segar. Mereka juga mengungkapkan bahwa tingkat ketenanga dan kewaspasaan meningkat daripada kelompok yang tidak diberik kesempatan untuk memencet bubble wrap.

Teori yang bisa menjadi pendukung lain dari Robert E. Thayer, seorang psikolog yang telah mendalami penjelasan biologis untuk suasana hati. Ia menjelaskan bahwa hal itu berkaitan dengan reaksi manusia yang alami terhadap stres. Manusia cenderung membuat gerakan-gerakan kecil saat dihadapi dengan stres seperti ketukan jari.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *