Connect with us

Fresh!

Memaknai Hari Sumpah Pemuda Melalui Bahasa

Published

on

Peringatan hari Sumpah Pemuda seringkali dikaitkan dengan mengenang jasa, serta semangat pemuda yang berjuang meraih kemerdekaan Indonesia dari penjajah. Dari 3 poin Sumpah Pemuda yang ada, satu di antaranya adalah gelora semangat berbahasa satu, bahasa Indonesia.

memaknai sumpah pemuda

Menurut Wikipediawan Pencinta Bahasa Indonesia, Ivan Lanin bahwa dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, terdapat 3 bahasa di Indonesia yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing.

Ada 3 cara yang bisa kalian lakukan dalam memaknai semangat sumpah pemuda.

“Yang paling utama adalah dengan menggunakan bahasa Indonesia,” ujar Ivan, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (27/10/2019).

Bahasa merupakah sebuah identitas nasional sekaligus menjadi bahasa resmi bangsa Indonesia. Selain itu, perlu adanya pelestarian bahasa daerah karena mengandung kekayaan budaya.

Meski Ivan menekankan untuk tetap melestarikan bahasa Indonesia serta bahasa daerah, penguasaan bahasa asing juta tak kalah penting untuk modal bersaing di kancah global dan peradaban dunia.

Ada catatan dari Ivan Lanin penggunaan nama untuk tempat dan acara merupakan sebuah tanda kurangnya kebanggaan terhadap bahasa Indonesia. Begitu juga, penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar di acara-acara yang digelar di Indonesia.

“Meski bertajuk acara internasional maupun tidak, penyelenggara acara sebenarnya bisa tetap memakai bahasa pengantar bahasa Indonesia dengan juru bahasa yang membantu penerjemahan ke dalam bahasa lain,” kata Ivan.

Banyak negara yang sudah menerapkan cara ini. Setelah penanaman rasa peduli terhadap bahasa Indonesia muncul, langkah selanjutnya adalah meningkatkan kecermatan penutur dalam berbahasa Indonesia.

“Kesalahan tulis masih banyak kita temukan di dalam surat atau dokumen resmi,” kata dia.

Kalimat yang disampaikan oleh penutur bahasa Indonesia kerapkali belum efektif, terutama berhubungan dengan kohesi paragraf dan koherensi wacana.

“Pendeknya, masih banyak yang perlu dibenahi dari segi penguasaan penutur bahasa Indonesia terhadap gramatika bahasa kita,” kata Ivan.

Ivan berharap untuk kedepannya, peran 3 bahasa yang ada di Indonesia perlu diseimbangkan. Salah satunya dengan merancang sebuah sistem pendidikan bahasa Indonesia yang bisa menumbuhkan rasa kepemilikan serta keterampilan berbahasa Indonesia. Dengan begitu para pemuda bisa secara utuh memaknai hari sumpah pemuda.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *