Connect with us

Travel

Batik Liek dari Tanah Sumatera

Published

on

Batik tanah liat (bahasa Minangkabau: batik tanah liek) adalah jenis kain batik yang berasal dari Minangkabau Sumatera. Batik ini menggunakan tanah liat sebagai pewarna. Kain mula-mula direndam selama seminggu dengan tanah liat, kemudian dicuci dan diberi pewarnaan alamiah lain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Batik adalah kain bergambar, dengan banyak motif memiliki maksud dan filosifi dari setiap corak. Banyak daerah yang memproduksi kain batik, Batik Liek Sumatera juga memperoduksi batik yang unik. Tak hanya ukiran batik yang berbeda, cara pembuatan dan bahan yang digunakan pun berbeda.

Dengan memanfatakan tanah liat sebagai bahan baku dan menggunakan pewarna alami, kain batik ini diberi nama ‘Batik Tanah Liek’ (Liat). Tiga daerah di Sumatera yang produksi batik ini yaitu Kabupaten Dharmasraya, Pesisir Selatan dan Tanah Datar.

Dahulu, Batik hanya boleh dikenakan oleh pemimpin adat, pemimpin perempuan minang dan juga sebagai atribut kerajaan. Tak hanya berbentuk baju ada pula kain selendang dan peci.

Batik khas minang kabau memiliki motif unik yang menggambarkan daerah tersebut. Corak yang digunakan di antaranya, jam gadang, rumah gadang, tari piring, kerbau pedati, malin kundang, dan masih banyak yang lain.

Mengenal Batik tanah Liat Lebih Dekat

Pembuatan Batik Tanah Liat

Pembuatan batik tanah liat

beepdo.com

Biasanya kain yang dipakai membatik adalah kain sutra, katun dan tenun. Langkah pertama, kain dimasukkan ke dalam larutan tanah liat dan air. Takaran tanah liat yang digunakan tergantung pada kepekatan warna yang diinginkan.

Kemudian kain tersebut dijemur pada tempat teduh, selanjutnya kain digambar menggunakan pensil. Setelah itu kain di canting seperti pembuatan batik lainnya, yaitu dengan peletakan cairan malam sesuai motif yang diinginkan.

Setelah dicanting, gambar yang kosong, diisi warna sesuai selera. Pewarna yang digunakan adalah pewarna dari alam.

Buah dan Sayuran Pewarna Alami Batik Tanah Liat

Ramah lingkungan, mudah ditemukan batik tanah liat diwarni dengan bahan alam. Untuk mendapatkan warna hitam diambil dari kulit jengkol.

Warna kuning dari kunyit, getah gambir untuk warna orange, warna merah tua dari kulit rambutan, sedangkan kulit manggis dapat menghasilkan warna ungu. Setelah diwarnai, kain direndam dalam larutan kimia pengikat.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *