Connect with us

Review

7 lagu Ini Sebagai Medium Curahan Hati Mereka Tentang Jakarta

Published

on

Banyak musisi yang menggunakan lagu sebagai medium curahan hati mereka tentang Jakarta. Kota yang memiliki julukan Kota Metropolitan di Indonesia ini memang menyimpan banyak cerita. Kalau kamu kebetulan singgah atau memang tinggal di Jakarta, ada hal yang kamu ketahui bahkan kamu memiliki kenangan baik tentang kota ini atau malah sebaliknya.

Kami yakin bahwa kamu pasti pernah mendengarkan musik, bahkan mungkin setiap hari kamu selalu memutar lagu favorit. Mungkin salah satu alasan mengapa orang-orang sering memutar musik karena salah satu manfaat dan fungsi musik adalah membuat perasaan pendengarnya senang.

Harmonisasi lagu-lagu di bawah ini pasti berhasil memanggil perasaan-perasaan kamu tentang Jakarta. Yah entah itu suasananya, orang-orangnya, atau pun kamu punya kisah cinta di kota Jakarta ini

1. Tunggu Aku Di Jakarta – Sheila On 7

“Tunggulah aku di Jakartamu
Tempat labuhan semua mimpiku”

Sheila On 7 adalah grup musik Indonesia yang berdiri pada 6 Mei 1996 di Yogyakarta. Grup band ini pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta. Lagu ini, lagu yang masuk ke dalam album Sebuah “Kisah Klasik Untuk Masa Depan” yang di rilis pada tahun 2000 yang menceritakan sebuah janji setia yang akan bertemu di kota Jakarta sebagai tempat labuhan mimpi-mimpinya.

2. Kisah Dari Selatan Jakarta – White Shoes & The Couples Company

“Ijinkan hamba menutur sebuah cerita
Yang terpenggal di selatan Jakarta
Bukan gegap gempita, serta baik buruk sarana
Tiada angan hampa penuh peluh ataupun nestapa”

White Shoes & The Couples Company adalah sebuah band beraliran pop/funk/jazz dari Jakarta. Saat ini band tersebut terikat kontrak dengan independent label dari Jakarta, Aksara Records dan label independen dari Chicago, Minty Fresh. Di dalam karya “Kisah Dari Selatan Jakarta” hasil perancangan White Shoes and the Couples Company, kita melihat seseorang yang ingin bercerita mengenai kisah yang telah berlalu namun tak bisa mengemukakan makna dari ceritanya sehingga ia jatuh dalam kepasrahan.

3. Senja Di Jakarta – Banda Neira

“Bersepeda sepulang kerja
Kenyang hirup asap Kopaja
Klakson kanan kiri berbalasan
Oh, senja di Jakarta”

Bila para penikmat musik sudah akrab dengan Isyana Sarasvati, sudah tahu belum band yang digawangi oleh kakak dari penyanyi cantik tersebut? yap, Rara Sekar bersama dengan Ananda Badudu membentuk sebuah grup bernama Banda Neira yang saat ini sudah memiliki nama besar di kalangan pecinta musik indie.

Banda Neira sendiri juga membuktikan diri bahwa mereka adalah sebuah band yang berkualitas melalui karya-karya mereka. Warna musik pop minimalis yang dibawakan seolah memberikan satu warna baru bagi telinga para pendengarnya.

4. Kembali Ke Jakarta – Koes Plus

“Ke jakarta aku kan kembali
Walaupun apa yang kan terjadi
Ke jakarta aku kan kembali
Walaupun apa yang kan terjadi”

Koes Plus adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock ‘n roll di Indonesia. Lagu yang terdapat pada album Koes Plus Vol 1 ini menceritakan kembalinya seseorang ke jakarta, dia tidak memikirkan apa yang terjadi nanti disana karna rumah dan seseorang kekasihnya berada di Jakarta.

5. Sapa Suruh Datang Ke Jakarta – Melky Goeslaw

“Sapa suruh datang Jakarta
Sapa suruh datang Jakarta
Sandiri suka Sandiri rasa
Eh doe, sayang”

Melky Goeslaw adalah penyanyi Indonesia yang pernah memperoleh sejumlah penghargaan nasional maupun internasional atas prestasinya dalam bidang seni ini. Lagu ini bercerira tentang jauh-jauh merantau jauh ke Jakarta

6. Jakarta Pagi Ini – Slank

“Mengapa aku di sini
Jakarta pagi ini
Pagi sunyi gak ada burung bernyanyi
Putih embun pun kini telah terkontaminasi”

Slank adalah sebuah grup musik di Indoneia. Dibentuk oleh Bimbim pada 26 Desember 1983 karena bosan bermain musik menjadi cover band dan punya keinginan yang kuat untuk mencipta lagu sendiri. Dan berhasil menjadi salah satu musisi bersejarah dan dikenang serta berpengaruh sepanjang masa di Indonesia . Selain itu Slank juga menyandang predikat Indonesia’s Highest-Paid Music Star (bintang musik berbayaran termahal) pada tahun 2008 dan 2009 dengan honor Rp 500 Juta per show.

7. Sore Tugu Pancoran – Iwan Fals

“Si Budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan Tugu Pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran”

Iwan Fals yang bernama asli Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961; umur 57 tahun) adalah seorang Penyanyi beraliran Balada, Pop, Rock

Dengan kata lain, Ibu Kota tidak menjadi kota yang ideal bagi semua orang. Masih terdapat orang-orang marjinal yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *